phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Sebagian Besar Tambahan Pangan Indonesia masih Impor

 
Sebagian Besar Tambahan Pangan Indonesia masih Impor
Penulis : Nurulia Juwita Sari
Selasa, 17 Juli 2012 22:00 WIB
Sebagian Besar Tambahan Pangan Indonesia masih Impor
ANTARA/M Agung Rajasa/fa

JAKARTA–MICOM: Indonesia masih menjadi pengimpor sebagian besar bahan tambahan pangan (BTP), yang merupakan bagian bahan baku.

Padahal, potensi Indonesia cukup besar terutama untuk bahan tambahan yang menggunakan rempah-rempah khas Indonesia. Diperlukan perhatian serius dari pemerintah, karena potensi investasi disini cukup besar.

“Yang kami temui 80% BTP itu impor karena belum ada produsennya. Tarifnya juga masih tinggi. Kami berharap produsen BTP bisa membuka pabriknya di Indonesia supaya masalah impor terpecahkan dan harga bisa lebih murah,” ujar Wakil Ketua Bidang program Dan Kerjasama Gabungan Penguasaha Makanan dan Minuman Lena Prawira di Jakarta, Selasa (17/7).

Padahal, pakar rekayasa proses pangan IPB Purwiyatno Hariyadi menilai, Indonesia memiliki raw material yang unik dan berpeluang besar untuk diinvestasikan di pasar dunia.

“Beberapa industri flavor mulai berkembang, misalnya saja asam jawa dan kayu manis. Tetapi investor belum tertarik karena dari aspek perindustrian belum berkembang. Sehingga potensi pemasaran saat ini masih kecil.”

Purwiyatno menekankan, dibutuhkan peran kuat pemerintah untuk menggairahkan industri ini. Karena jika dibiarkan, Indonesia hanya bisa menjadi pasar saja dan hanya bisa menjadi pengimpor.

“Mestinya pemerintah memberikan media pembelajaran untuk industri supaya kuat. Kalau ada industri kecil di bidang ini yang ingin maju harus diberikan intensif, kemudahan kebijakan dan sokongan finansial serta pembianaan kualitas dan standar. Sehingga bisa membuka peluang di pasar internasional,” tukasnya. (Wta/OL-3)

 

No Responses to “Sebagian Besar Tambahan Pangan Indonesia masih Impor”

 

Leave a Reply