phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Industrialisasi Sektor Makanan Stagnan

 

Industrialisasi Sektor Makanan Stagnan

Sumber : http://www.kemenperin.go.id/artikel/4660/Industrialisasi-Sektor-Makanan-Stagnan

JAKARTA-Industrialisasi sektor makanan dan minuman di dalam negeri dinilai belum berkembang sehingga masih bergantung pada bahan baku impor untuk mendukung kinerja sektor tersebut.

Purwiyatno Hariyadi, Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center Institut Pertanian Bogor, menuturkan investor yang menanamkan modalnya di industri itu masih minim, terutama sektor hulu. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan potensi pasar yang sangat besar.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), pasar industri makanan dan minuman mencapai Rp730 triliun pada tahun ini, tumbuh 10%-12% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

Adapun nilai impor bahan baku (food ingredients), terutama bahan tambahan pangan, diproyeksikan lebih dari Rp210 triliun atau 30% dari pasar tahunan sektor tersebut.

Beberapa jenis bahan tambahan pangan tersebut a.l. pewarna, pemanis buatan, pengawet, penyedap dan pengawet rasa serta aroma, antioksidan, antikempal, pengatur keasaman, pemutih dan pematang tepung, pengemulsi, hingga pengental.

“Indonesia memiliki banyak potensi bahan baku, terutama bahan baku berbasis sumber daya alam,” ujarnya di sela-sela pembukaan pameran Food Ingredients Asia 2012 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu (3/10).

Menurutnya, kemampuan teknologi menjadi permasalahan industri makanan dan minuman domestik tidak mampu bersaing dengan produk luar negeri. Pemerintah dinilai belum memiliki peraturan yang mendorong agar proses industrialisasi sektor itu segera dilakukan untuk mengurangi impor bahan baku.

“Kalau itu bisa berkembang baik dengan dukungan teknologi, saya optimistis industri kita bisa kompetitif karena bahan bakunya sudah tersedia di dalam negeri,” ujarnya.

Pihaknya mendesak pemerintah membuat regulasi tentang industrialisasi sektor tersebut. Itu perlu didorong degan pemberian insentif kepada industri. “Di Indonesia belum ada skema bagaimana suatu penemuan atau ide bisa direalisasikan dengan skema yang diberi insentif.”

Dia mencontohkan ada skema untuk perusahaan yang start up di beberapa negara, berbentuk insentif fiskal berupa keringanan pajak. Peraturan ini membuat industri di negara itu berani untuk menanamkan modal dan berinovasi.

Benny Wahyudi, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, menuturkan sejumlah sektor industri perlu segera merealisasikan penghiliran, termasuk makanan dan minuman.

Ketergantungan terhadap bahan baku impor cukup besar di antaranya gandum yang mencapai 5,6 juta ton, gula mencapai 2,7 juta ton, dan biji kedelai lebih dari 2 juta ton pada 2011.

sumber : Bisnis Indonesia

 

 

No Responses to “Industrialisasi Sektor Makanan Stagnan”

 

Leave a Reply