phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Mengelola Umur Simpan Produk Minuman

 

Mengelola Umur Simpan Produk Minuman

Mengelola Umur Simpan Produk Minuman – ALPI

Produk pangan dengan variasi olahan apapun, termasuk minuman tentu memiliki batasan umur simpan yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Hal ini menilik dari definisi umur simpan tersebut, berdasarkan Institute of Food Technology, yakni periode antara produk tersebut diproduksi oleh perusahaan hingga masuk ke ritel dan konsumen dimana batasannya merupakan kualitas kepuasan dari konsumen.

Karakteristik produk yang harus tetap dijaga harus memenuhi beberapa aspek diantaranya standar keamanan dan mutu yang mencakup nilai gizi, fungsionalitas, dan nilai klaim gizi serta kenampakan fisik. Umur simpan biasanya diterjemahkan dengan batasan kadaluwarsa oleh perusahaan. Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Purwiyatno Hariyadi mengatakan, kadaluwarsa merupakan jaminan dari pihak produsen bagi konsumen untuk mendapatkan produk sesuai dengan klaim yang dijual. “Jadi bila telah melebihi batas kadaluwarsa, tidak ada lagi jaminan dari pihak produsen ke konsumen,”ujarnya dalam gelaran seminar “Update on Beverages Industry” di Bogor belum lama.

Lebih jauh Hariyadi menjelaskan, beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya umur simpan suatu produk di antaranya jenis produk dan kemasan, model kerusakan mutu serta kondisi distribusi dan penyimpanannya. Beberapa informasi seperti identifikasi faktor kritis, batasan mutu yang dijanjikan, parameter kinetika penurunan mutu dan kondisi mutu awal merupakan kunci penting untuk penentuan umur simpan suatu produk. Kinetika mutu produk pangan termasuk minuman dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pangan dengan ordo nol dan pangan dengan ordo pertama. Pangan dengan ordo nol dicirikan dengan adanya produk mutu yang bersifat lurus, umumnya karakteristik tersebut dimiliki oleh pangan beku dan produk yang rentan terhadap pencoklatan non-enzimatis.

Pangan dengan ordo pertama dicirikan dengan penurunan mutu yang sifatnya logaritmik, yakni penurunan yang semakin rendah seiring dengan lamanya penyimpanan, umumnya karakteristik tersebut dimiliki oleh pangan yang rentan terhadap kehilangan vitamin, inaktivasi mikroba, kerusakan warna oksidatif serta kerusakan tekstur karena suhu.

Hariyadi memaparkan, umur simpan suatu produk pangan dibangun dari desain awal yang baik seperti pemilihan kualitas bahan mentah, pemilihan kemasan, keamanan pangan selama proses pengolahan hingga distribusi yang baik dan penyimpanan di tangan konsumen yang tepat. Masing-masing proses tersebut perlu dimanajemen dengan baik untuk meminimalisir hal-hal yang dapat mempersingkat umur simpan produk.
Tak hanya itu saja, Purwiyatno juga tak luput mengamati peritel dan konsumen yang belum teredukasi dalam penyimpanan produk pangan yang baik seperti penyimpanan olahan daging yang belum dilakukan di suhu -12 derajat celcius, posisi displai produk karton pada area yang basah, serta kesalahan setting area suhu penyimpanan. Tentunya kesalahan penyimpanan selama proses distribusi ke konsumen tersebut akan berdampak pada ketidakakuratan penentuan masa simpan yang diklaim oleh perusahaan. alpi (icha)

 

No Responses to “Mengelola Umur Simpan Produk Minuman”

 

Leave a Reply