phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

PERTUMBUHAN KONSUMEN LANSIA: Peluang bagi Industri Pangan Fungsional

 

PERTUMBUHAN KONSUMEN LANSIA: Peluang bagi Industri Pangan Fungsional

Purwiyatno Hariyadi

(http://foodreview.biz/digital/2013/edisi1/)

 

Food manufacturers can no longer count on a hefty replenishment of youthful consumers every year. Therefore, the food industry’s focus on a younger demographic whose growth is slowing may be shortsighted.

(John Ruff, IFT President, 2012–2013)

 

 

 

Industri pangan fungsional terus tumbuh mencoba memenuhi tuntutan konsumen; atas tersedianya produk pangan yang memberikan dukungan untuk hidup sehat dan bugar.  Untuk merespon tuntutan konsumen tersebut; secara lebih detail, industri perlu memahami lebih mendalam tentang karakteristik konsumennya dan pangan fungsional yang bagaimana yang sesungguhnya diinginkannya.

Jonathan Thomas, peneliti dari Leatherhead Food Research, menyatakan bahwa konsumen pangan fungsional didominasi oleh tiga kelompok demografi; yaitu kelompok konsumen (i) wanita, (ii) anak-anak, dan (iii) lanjut usia atau lansia (aging consumers).  Tentu ada kelompok konsumen yang lain, tetapi jumlahnya tidak signifikan dibandingkan dengan ketiga kelompok tersebut.

Kelompok konsumen wanita terutama menuntut pangan funsional yang mendukung manajemen berat badan dan kesehatan tulang, serta pangan funsgional yang mampu memperlambat proses penuaan.  Sedangkan kelompok konsumen anak-anak (dengan pangaruh kuat dari orang tua) menginginkan pangan fungsional yang mampu mendukung tumbuh-kembang optimal; seperti produk dengan kandungan vitamin dan mineral tertentu, pertumbuhan tulang, pengutan sistem imun, serta pangan yang berkaitan dengan kesehatan dan kemampuan kognitif.

 

Selanjutnya …http://foodreview.biz/digital/2013/edisi1/

 

No Responses to “PERTUMBUHAN KONSUMEN LANSIA: Peluang bagi Industri Pangan Fungsional”

 

Leave a Reply