phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Tahu Berpewarna Tekstil Disita: Persoalan Sudah Menahun, Pemberdayaan Pasar Tradisional Mendesak Dilakukan

 

Tahu Berpewarna Tekstil Disita: Persoalan Sudah Menahun, Pemberdayaan Pasar Tradisional Mendesak Dilakukan

Kompas-Metro-04-07-2013 ………………………………………………….

……….

Guru Besar Rekayasa Proses Pangan institut Pertanian Bogor Purwiyatno Hariyadi menilai, model penindakan saja tidak akan menyelesaikan persoalan penggunaan bahan tambahan berbahaya untuk pangan.

Menurut dia, pemerintah harus menyentuh akar persoalan, yakni pemberdayaan pasar tradisional dan pedagang serta pengamanan infrastruktur keamanan pangan.

Untuk menekan penggunaan pewarna dan pengawet berbahaya untuk pangan, kata dia, seharusnya di pasar tradisional disediakan fasilitas pendingin untuk daging. Selain itu, harus ada air bersih yang cukup dan sanitasi lingkungan yang memadai.

Di sentra pembuatan pangan skala kecil, seperti pembuatan tahu dan kerupuk, pemerintah harus membantu menyediakan bahan pengawet atau pewarna makanan yang aman.

Namun, bahan tambahan itu harus tersedia dengan harga terjangkau sehingga perlu ada subsidi. Tanpa itu, pedagang atau produsen kecil akan mencari bahan yang murah dan mudah walaupun berbahaya

Daya saing bangsa

Menurut Purwiyatno, hal itu layak dilakukan karena bisa menjadi investasi jangka panjang terkait dengan daya saing bangsa Ini karena penggunaan bahan pangan berbahaya dalam jangka panjang bisa merusak kesehatan.

 

No Responses to “Tahu Berpewarna Tekstil Disita: Persoalan Sudah Menahun, Pemberdayaan Pasar Tradisional Mendesak Dilakukan”

 

Leave a Reply