phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Innovation Challenges 2017

 
FRI VOL XII/01 2017
1-17-03012017-Screen-Shot-2017-01-03-at-8.38.11-AM

Innovation Challenges 2017

“In a world of plenty, no one, not a single person, should go hungry. But almost 1 billion still do not have enough to eat. I want to see an end to hunger everywhere within my lifetime.”
-Ban Ki-moon, United Nations Secretary-General

“Today we are seeing best practices in action. We know that, if scaled up with speed, these approaches could increase food production and improve livelihoods without damaging the environment. We need to create conditions for innovation and then invest so that innovation moves from the lab to the farmer’s fields.”
-Rachel Kyte, Vice President of the World Bank

“We need to strengthen research for efficiently produced, healthy food, while ensuring the availability of food at affordable prices. This includes improving logistics, infrastructure, and transportation systems to ensure those who need food are supplied with it.”
-Paul Bulcke, CEO of Nestle

Tantangan pangan untuk tahun 2017 dan tahun-tahun berikut akan semakin berat, terutama dikaitkan dengan tiga hal, yaitu (i) semakin meingkatnya jumlah penduduk, (ii) semakin menurunnya luas lahan untuk produksi pangan, dan (iii) semakin menurunnya kualitas lingkungan.
Dalam konteks global, untuk dapat menyediakan pangan bagi 9 miliar penduduk dunia pada tahun 2050, dunia harus mampu berinovasi untuk mendobel jumlah produksi panganya. Kutipan di atas, dari Ban Ki-moon, Rachel Kyte, dan Paul Bulcke kiranya dapat memberikan gambaran mengenai tantangan pangan masa depan yang perlu dijawab dengan mengembangkan kemampuan inovasi. Tantangan yang tidak mudah.
Sebagaimana pepatah “a journey of a thousand miles begins with a single step”, tantangan 2050 tersebut harus mulai dijawab sejak sekarang 2017, dengan semangat innovasi sebagai langkah pertama; Innovation Challenges 2017.
Dalam konetsks Indonesia, mandat UU Pangan No. 18, tahun 2012 kepada pemerintah untuk menuju ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan juga hanya bisa dijawab dengan inovasi. Mengingat anatomi industri Indonesia yang didominasi oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), maka perlu ada dorongan dan insentif khusus buat kelompok UMKM pangan ini untuk menyuburkan inovasi. Antara lain adalah dengan dikembangkannya skema nurturing, insentif, dan perlindungan-khususnya perlindungan kekayaan tradisi pangan lokal yang tersebar luas di Indonesia.
Akhirnya, semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat untuk industri pangan. Selamat Tahun Baru 2017.

Selamat membaca,

Prof. Purwiyatno Hariyadi

 

No Responses to “Innovation Challenges 2017”

 

Leave a Reply