phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

“Let food be thy medicine…”

 

29042017-Screen-Shot-2017-04-29-at-1.31.49-PM“Let food be thy medicine…”

 

“When diet is wrong medicine is of no use. When diet is correct medicine is of no need”
Ayurvedic proverb.

An apple a day keeps the doctor away
English proverb.

 

Pangan, gizi dan kesehatan memang sangat erat berkaitan. Telah sejak 2000 tahun yang lalu; Hippocrates (460 BC – 370 BC), menekankan pentingnya hubungan ini; “let food be thy medicine and medicine be thy food.” Demikian juga dengan budaya pangan dan kesehatan diberbagai belahan dunia; seperti kutipan pepatah (proverb) diatas tulisan ini.
Dunia modern dengan kamajuan ilmu dan teknologi pangan, gizi dan kesehatan telah memberikan bukti bukti mengenai betapa pentingnya peranan pangan terhadap kesehatan manusia. Hal ini memberikan arah pengembangan industri pangan; munculnya kategori baru –kategori pangan fungsional. Secara umum, pangan fungsional bisa didifinisikan sebagai pangan yang terbukti mengandung satu atau lebih komponen tertentu yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup akan bermanfaat bagi kesehatan. Fungsi manfaat bagi kesehatan ini adalah fungsi di luar dari fungsi dasar pangan sebagai sumber energy dan gizi bagi tubuh.
Hal ini juga terjadi di Indonesia. Di berbagai rak supermarket dan toko Indonesia banyak dijajakan berbagai jenis pangan fungsional ini. Sebenarnya; Indonesia juga mempunyai tradisi kuat mengenai pangan fungsional ini. Di berbagai kelompok masyarakat etnis Indonesia dikenal tradisi jamu; umumnya bersumber dari bahan tanaman yang diseduh dan diminum sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh atau pun menurunkan risiko terkena serangan penyakit. Aneka tradisi ini perlu digali dan dikembangkan untuk bisa ditumbuh-kembangkan sebagai pangan (atau pun ingridien pangan) fungsional khas Indonesia.
FOODREVIEW INDONESIA kali ini menyajikan beberapa contohnya saja; seperti alpukat, umbi lokal, dan serta beras analog yang juga mengandung senyawa fungsional. Harapannya; ulasan ini bisa memicu munculnya prakarsa pengembangan aneka potensi pangan (dan ingridien pangan) Nusantara; yang kaya ragam.
Selamat membaca,

Prof. Purwiyatno Hariyadi
phariyadi.staff.ipb.ac.id

 

No Responses to ““Let food be thy medicine…””

 

Leave a Reply