phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

BSN Selenggarakan Rapat Komite Nasional Codex ke-2 Tahun 2017

 

BSN Selenggarakan Rapat Komite Nasional Codex ke-2 Tahun 2017

Dalam rangka menyusun dan membahas kebijakan Codex Indonesia dan strategi pencalonan Vice-Chair Codex pada sidang CAC ke-40, Komite nasional Codex Indonesia mengadakan rapat di Aula Gedung C Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat 7 Julli 2017. Rapat ini dibuka oleh Kepalan BPOM, Penny Kusumastuti Lukito.

Penny menyatakan bahwa tujuan codex sejalan dengan tugas Badan POM. “Tujuan codex yang melindungi kesehatan konsumen, menjamin praktek perdagangan internasional yang jujur, dan mengkoordinasikan proses standardisasi pangan yang dilakukan oleh masing-masing negara anggota dan oleh organisasi internasional lainnya, sejalan dengan tugas Badan POM yaitu menjamin perlindungan terhadap masyarakat khususnya aspek mutu dan keamanan pangan,” ujarnya.

Tentunya peraturan dan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh sidang-sidang codex internasional akan sangat mempengaruhi proses standardisasi, baik itu perubahan standar, revisi standar, atau pembuatan standar-standar baru di bidang pangan. Ini adalah proses yang penting bagi Badan POM. Penny juga mendukung keterlibatan aktif komnas codex Indonesia dalam forum codex internasional, sehingga keputusan yang dihasilkan oleh forum codex internasional akan menguntungkan bagi Indonesia, terkait akses peradgangan, kesehatan, dan terutama adalah mendukung daya saing produk lokal, baik dari segi competitiveness maupun persyaratan produk impor.

Penny berharap, hasil dari rapat komnas codex ini dapat meningkatkan peran aktif Indonesia dalam forum-forum codex internasional. tidak lupa, Penny juga mendukung pengusulan Prof Purwiyatno Hariyadi sebagai kandidat vice chair codex.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku Ketua Komite Nasional Codex Indonesia, Bambang Prasetya menyambut baik dukungan yang disampaikan oleh Penny. Bambang juga menyampaikan bahwa kedepannya akan ada forum Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG). Ruang lingkup kegiatan WNPG meliputi permasalahan pangan dan gizi nasional dari hulu sampai dengan hilir. Diharapkan, BPOM dapat turut mendukung forum tersebut.

Rapat ini memiliki 5 agenda. Agenda pertama adalah pemaparan hasil keputusan Komite Nasional Codex Indonesia, 31 Januari 2017, dan Tindak Lanjut yang telah dilakukan. Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN selaku sekretaris Komnas Codex, Kukuh S. Achmad, menyampaikan bahwa untuk mendukung rencana pencalonan Indonesia sebagai Vice Chair Codex, diperlukan beberapa strategi. Beberapa strategi yang telah diterapkan antara lain menyampaikan surat resmi permintaan dukungan dan CV kandidat kepada semuia Negara anggota codex, pertemuan kandidat Indonesia dengan kandidat cjair dari Brazil, serta pertemuan kepala BSN dengan duta besar Brazil. Selain itu, Kukuh juga menyampaikan rencana pelaksanaan WNPG tahun 2018.

Agenda kedua adalah Laporan Hasil Sidang oleh MC Codex atau Delegasi Indonesia. Dalam kesempatan ini, setiap coordinator MC atau delegasi RI yang hadir pada siding-sidang codex periode Februari-Juni 2017 menyampaikan laporan-laporannya.

Kemudian, rapat membahas penetapan posisi Indonesia pada Sidang Codex mendatang. Salah satunya adalah membahas pemilihan Chairdan Vice Chair yang akan dilaksanakan pada sidang CAC ke-40, tanggal 17-22 Juli di Jenewa, Swiss. Berdasarkan informasi yang diterima sampai saat ini ada dua kandidat yang telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi Chair yaitu dari Brazil dan Mali, sedangkan untuk Vice Chair terdapat 4 kandidat yaitu Indonesia, Libanon, Papua Nugini dan Inggris.  Apabila kondisi tersebut tidak berubah, maka akan dilakukan pemungutan suara pada Sidang CAC40 untuk memilih 1 orang Chair dan 3 orang Vice Chair. Untuk itu, delegasi Indonesia perlu bekerjasama dengan perwakilan Indonesia di Jenewa, melakukan lobi ke setiap negara untuk penggalangan dukungan pencalonan Prof. Purwiyatno sebagai Vice Chair Codex.

Untuk menguatkan posisi Indonesia dalam codex internasional, salah satu pendukungnya adalah Indonesia harus mampu memberikan masukan / sanggahan yang berdasarkan penelitian. Untuk itu, forum menyatakan bahwa komite nasional Codex Indonesia perlu didukung oleh lembaga penelitian, contohnya dari Kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi. (ald-Humas)

 

Source:

http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/8578/BSN-Selenggarakan-Rapat-Komite-Nasional-Codex-ke-2-Tahun-2017#.WWcWgYSGPIU

 

No Responses to “BSN Selenggarakan Rapat Komite Nasional Codex ke-2 Tahun 2017”

 

Leave a Reply