phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Beverages: Thirst Quenching Industry

 

31072017-Screen-Shot-2017-07-31-at-10.21.38-AM

Beverages: Thirst Quenching Industry

Industri minuman telah berkembang pesat. Aneka produk minuman terus diperkenalkan ke pasar dengan berbagai atribut mutu yang semakin inovatif. Menurut Beverage Industry’s 2017 New Product Development Outlook Executive Survey, kategori produk minuman yang menawarkan atribut alami (natural), menyehatkan (healthful) dan organik merupakan jenis produk dengan permintaan tinggi.

Jelas bahwa produk minuman tidak lagi hanya sebagai penawar dahaga; tetapi sekaligus juga memberikan aneka kenikmatan, pengalaman, dan bahkan kesehatan. Dan hal ini pun sangat dipengaruhi oleh demografi konsumen targetnya. Di AS, laporan dari Mintel yang berjudul Beverage Blurring menyatakan bahwa jika dapat mendisain minumannya sendiri, 49% konsumen dewasa mengatakan bahwa dia akan menambahkan vitamin/ mineral; 42% menambahkan antioksidan; 37% menambahkan energi; 33% elektrolit; 29% menambahkan protein; serta 25% ingin menambahkan probiotik.  Faktor inilah yang merupakan daya pendorong; kenapa angka penjualan minuman fungsional/difortifikasi meningkat sebesar 6% dari tahun lalu (Euromonitor).  Di antara jenis minuman tersebut, jenis non-cola sparkling beverages dan kopi siap minum (RTD) merupakan kategori produk yang tumbuh paling tinggi –berturut-turut– mencapai 17% dan 16%.

Selain faktor konsumen, faktor teknologi (baik teknologi proses, teknologi ingridien, teknologi pemgemasan), faktor kebijakan pemerintah juga sangat mewarnai perkembangan dan pertumbuhan industri minuman.

FOODREVIEW INDONESIA edisi ini membahas beberapa perkembangan terkini dalam industri minuman.  Semoga, informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat untuk berkontribusi dalam peningkatan daya saing produk dan industri minuman Indonesia.

Prof. Purwiyatno Hariyadi
phariyadi.staff.ipb.ac.id

 

No Responses to “Beverages: Thirst Quenching Industry”

 

Leave a Reply