phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Wakil Indonesia Pecahkan Persoalan Pangan Dunia

 

Sumber: http://www.thequality.co.id/index.php/home/post/702/wakil-indonesia-pecahkan-persoalan-pangan-dunia

Wakil Indonesia Pecahkan Persoalan Pangan Dunia

  • 25 Oct 2017 | 10:40 WIB
  • By Ibnu

img

Purwiyatno Hariyadi

Codex yang secara internasional diakui sebagai standar mutu untuk pangan memiliki dua mandat utama, pertama untuk keamanan konsumen, kedua untuk menjamin perdagangan pangan yang adil. Berdasarkan dua mandat tersebut keaktifan Indonesia dalam Codex Alimentarius Commission (CAC) menjadi sebuah urgensi tersendiri. Urgensi tersebut pun dijawab oleh salah satu Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Purwiyatno Hariyadi dengan terpilih sebagai Wakil Ketua CAC periode 2017-2018 pada pemilihan yang berlangsung selama Pertemuan CAC ke-40 di Jenewa pada tanggal 19 Juli 2017.

Keberhasilan tersebut juga bukan hanya akan meningkatkan citra dan kredibilitas Indonesia pada forum-forum internasional lainnya, juga dapat dimanfaatkan untuk terlibat aktif dalam mempengaruhi penetapan standar internasional yang berdampak pada peningkatan akses pasar makanan Indonesia.

Saat ditemui redaksi majalah The Quality di kantornya (7/08), Purwiyatno mengungkapkan bahwa terpilihnya ia sebagai Wakil Ketua CAC bukan berarti lantas dia hadir untuk melindungi kepentingan Indonesia, tetapi dengan kapasitas nya ia berkewajiban untuk mewakili Indonesia dalam rangka menyelesaikan persoalan-persoalan pangan global. Dalam hal ini ada beberapa hal yang menjadi concern pria kelahiran Pati, 9 Maret 1962  atau yang akrab dipanggil Prof Pur ini.

Benahi aturan main global

Purwiyatno mengatakan bahwa lebih dari 50% produk pangan yang diproduksi saat ini diperdagangkan secara internasional. Sementara itu perdagangan internasional untuk pangan memiliki resiko kerusakan dan mengakibatkan permasalahan tentang keamanan pangan. Maka dari itu dibutuhkan standar-standar untuk keamanan pangan sebagai jaminan perlindungan kepada konsumen.

Namun yang menjadi perhatian Purwiyatno adalah ketika sebuah negara dengan alasan untuk perlindungan  konsumen menetapkan standar yang tidak mampu diikuti negara lain dengan cara menekan kandungan kontaminan sampai sekecil mungkin. “Semakin kecil kandungan kontaminan, maka akan semakin bagus mutu makanan..itu saya setuju,” ujar Purwiyatno. “Tapi sekecil apa? yang kita takutkan kecil sedemikian rupa..kecil sekali yang tidak perlu,” tambahnya.

Oleh karena negara tersebut mampu mendeteksi dengan peralatan yang dimiliki dan produk-produk yang dimiliki juga memenuhi standar tersebut, sehingga negara-negara lain belum tentu dapat mengikuti. “Hal tersebut yang membuat kita perlu untuk lebih aktif lagi secara internasional, disamping wajib bagi semua negara untuk senantiasa meningkatkan kapasitas seperti halnya di Komite Nasional Codex secara internal terus melakukan capacity building,” ujar Purwiyatno.

Dorong awareness terhadap mutu

Secara professional Purwiyatno menggeluti bidang pangan sebagai dosen sekaligus peneliti. Mengajar memang menjadi profesi yang ia sangat sukai. “Saya sangat menyukai dan menikmatinya,” ungkapnya. Namun ia merasa ingin lebih berkontribusi secara riil dan ketika berada di Codex benar-benar Purwiyatno ingin berpartisipasi secara efektif atau lebih meningkatkan keterlibatan. “Jadi tidak hanya berpartisipasi sebatas hadir saja tetapi juga terlibat aktif untuk mencapai target-target yang ditetapkan,” terangnya.

Dengan keterlibatannya, Purwiyatno berharap nantinya dapat dijadikan tools bagi pemerintah sehingga juga pemerintah lebih memberikan perhatian khususnya terhadap standar keamanan pangan. “Karena yang berlangsung saat ini terkait pangan ialah yang penting ada dulu…sehingga faktor mutu dan keamanan baru dipikirkan kemudian,” ungkap Purwiyatno. “Seharusnya tidak bisa begitu, kalau ada tetapi tidak aman apalagi hal ini menyangkut makanan itu pemikiran yang tidak benar,” tambahnya.

Perjalanan karier

Purwiyatno mengawali karier di Mustika Ratu pada tahun 1983. Purwiyatno menceritakan pada waktu itu Mustika Ratu sedang mengembangkan produk beras kencur dan gula asam. “Waktu itu disebut herbal drink,” terang Purwiyatno. Ia ditawari bekerja disitu oleh gurunya, Winarno  dan Managing Director Mustika Ratu, Soedibyo. Purwiyatno ditawari untuk pergi ke Amsterdam mempelajari mesin yang akan diboyong Mustika Ratu untuk sterilisasi produk herbal drinktersebut.

Purwiyatno pun menyatakan kesediaannya walaupun ia masih berstatus mahasiswa di Insititut Pertanian Bogor. Setelah lulus secara resmi Purwiyatno bekerja untuk Mustika Ratu. Pada tahun 1987 berencana untuk berhenti dari Mustika Ratu karena ingin melanjutkan jenjang studinya. Waktu itu Purwiyatno merasa tugasnya sudah selesai di Mustika Ratu karena ia sadar kapasitasnya hanya sebatas bagaimana produk Mustika Ratu secara konten sudah siap/ dan layak untuk dipasarkan. “Padahal Mustika Ratu waktu itu baru membangun infrastruktur fisiknya,” terang Purwiyatno.

Sekali lagi karena kesukaan atau passion Purwiyatno di bidang pengajaran, niatan untuk bersekolah lagi pun ia bulatkan walaupun juga sempat ditawari disekolahkan bidang manajemen oleh Moeryati Sudibyo, pemilik Mustika Ratu hingga saat ini. Purwiyatno menolak tawaran tersebut karena ia ingin melanjutkan dan lebih menekuni teknologi pangan. Akhirnya Purwiyatno keluar dari Mustika Ratu walaupun masih membantu untuk mencari pengganti orangnya dll.

Akhirnya ia kembali ke kampus namun sembari menjadi dosen. Tahun 1988 Purwiyatno melanjutkan studi S2 di Amerika, kemudian tahun 1990 studi S3 di tempat yang sama sampai tahun 1994. Kemudian kembali ke Indonesia mengajar di IPB sampai sekarang.

Menjadi Wakil Ketua Codex Internasional

Dengan dukungan bersama Kementerian Luar Negeri, Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan PTRI Jenewa, Purwiyatno, berhasil meraih suara tertinggi sebanyak 103 suara dari total 122 suara, mengalahkan kandidat Inggris dan Lebanon yang masing-masing meraih 102 suara, dan kandidat Papua Nugini sebanyak 59 suara.

Tiga kandidat peraih suara terbanyak menduduki tiga posisi Wakil Ketua Codex. Para Wakil Ketua Codex ini selanjutnya akan bekerja sama dengan kandidat Brasil yang terpilih sebagai Ketua Codex periode 2017-2018 pada pemilihan hari sebelumnya.

Watapri Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, yang turut menyaksikan proses pemilihan yang berlangsung ketat, menilai bahwa terpilihnya kandidat Indonesia merupakan pengakuan 188 negara anggota Codex atas kompetensi Prof. Purwiyatno dan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam CAC.

Sumber: http://www.thequality.co.id/index.php/home/post/702/wakil-indonesia-pecahkan-persoalan-pangan-dunia

 

No Responses to “Wakil Indonesia Pecahkan Persoalan Pangan Dunia”

 

Leave a Reply