phariyadi's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

PANGAN FUNGSIONAL: Pangan Dengan Klaim Kesehatan

 

PANGAN FUNGSIONAL: Pangan dengan Klaim Kesehatan

Klaim Kesehatan adalah segala bentuk uraian yang menyatakan, menyarankan, atau menyiratkan bahwa terdapat hubungan antara pangan atau bahan penyusun pangan dengan kesehatan.
– Peraturan Kepala BPOM, RI, No 13, 2016 tentang Pengawasan Klaim Pada Label dan Iklan Pangan Olahan

 

“Healthy citizens are the greatest asset any country can have.” –
Winston Churchill (1874-1965)

Konsumen dan masyarakat ilmiah sekarang lebih memahami dan menyadari hubungan erat antara kesehatan dan pola atau kebiasaan konsumsi pangan. Peningkatan kesadaran ini menyebabkan peningkatan minat konsumen untuk memperoleh informasi apakah konsumsi beberapa jenis pangan tertentu memang dapat membantu meningkatkan dan menjaga kesehatan, atau khususnya dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis tertentu.

Selain itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa berbagai jenis pangan memang berpotensi memberikan fungsi-fungsi khusus terhadap kesehatan; di luar dua fungsi utama dan konvensional pangan. Dua fungsi utama pangan secara konvensional adalah (i) menyediakan beragam zat gizi (baik gizi makro maupun gizi mikro) yang diperlukan tubuh dan (ii) memberikan kepuasan sensori; misalnya untuk memberikan kenikmatan, kelezatan, dan tekstur pada konsumen. Fungsi pangan ketiga yang diidentifikasi belakangan ini adalah fungsi yang berkaitan dengan mengatur proses fisiologis tubuh, dan –beberapa penelitian– bahkan meningkatkan kondisi kesehatan.

Fungsi ketiga (tersier) yang secara lebih erat menghubungkan antara pangan dan kesehatan, umumnya tidak disebabkan karena adanya kandungan zat gizi pada pangan, melainkan disebabkan karena adanya senyawa atau komponen lain –selain komponen gizi– dalam makanan. Artinya, pangan diakui tidak lagi hanya menyediakan gizi (dan kepuasan sensori) tetapi juga sebagai penyedia berbagai macam komponen (sering disebut sebagai komponen bioaktif, atau komponen/ ingridien fungsional) yang berpotensi mampu meningkatkan kesehatan. Pangan yang mempunyai fungsi ketiga tersebut, dalam literatur ilmiah sering disebut sebagai pangan fungsional. Dalam sistem regulasi Indonesia, pangan demikian diatur sebagai pangan dengan klaim kesehatan.

Selain konsumen, berbagai pemerintah di dunia juga tertarik dengan perkembangan pangan fungsional ini. Ketertarikan ini dipicu dengan meningkatnya biaya kesehatan yang menjadi beban negara. Jika negara mampu memberikan insentif kepada (i) industri pangan untuk memproduksi, dan (ii) masyarakat konsumen untuk mengonsumsi pangan fungsional, maka diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat (merupakan aset terbesar bangsa) dan sekaligus menekan biaya kesehatan (merupakan unsur penting dalam daya saing bangsa).

Jadi, pangan fungsional (atau pangan dengan klaim kesehatan) mempunyai potensi besar untuk berperan dalam daya saing bangsa. Karena alasan itu maka FOODREVIEW INDONESIA membahas tema ini, khususnya beberapa ingridien fungsional lokal yang dapat dikembangkan.

Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat dalam meningkatkan daya saing produk dan industri pangan Indonesia.

Purwiyatno Hariyadi
phariyadi.staff.ipb.ac.id

 

No Responses to “PANGAN FUNGSIONAL: Pangan Dengan Klaim Kesehatan”

 

Leave a Reply