PANGAN FUNGSIONAL: Pelajaran dari COVID-19

FOODREVIEW INDONESIA – MARET 2021
PANGAN FUNGSIONAL: Pelajaran dari COVID-19

Jahe dan temulawak dimemarkan. Pegagan dan gula merah dipotong kecil-kecil. Semua bahan dicampur dan direbus di dalam air mendidih selama 10-15 menit dengan api kecil, diminum hangat-hangat 2 kali sehari sebanyak 1 gelas. (Salah satu dari 5 Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Cara Kesehatan Tradisional. Kementerian Kesehatan RI; https://promkes.kemkes.go.id/poster-5-tips-meningkatkan…).
Herba Sambiloto, bahan kering (3,0 gr) direbus dalam air mendidih suhu 100oC selama 15-30 menit tergantung kemudahan penyarian, 2 kali sehari atau serbuk kering (1,5-3,0 gr) diseduh dalam satu gelas air mendidih selama 5 menit, 3 kali sehari. (Salah satu pilihan tumbuhan obat untuk membantu memelihara daya tahan tubuh dari Serba-Serbi cegah COVID-19. Sehat untuk semua, BPOM, RI. https://perpustakaan.pom.go.id/index.php?p=show_detail…).
Bahan: Jahe merah (2 ruas ibu jari), Jeruk nipis (1 buah), kayu manis (3 jari), gula merah (secukupnya), dan air. Cara pembuatan: cuci bersih bahan, jahe merah dicuci bersih dan digeprek. Rebus air hingga mengeluarkan banyak uap, kecilkan api dan remus semua bahan yang sudah disiapkan bersama dengan gula merah selama 15 menit. Kemudian saring dalam keadaan dingin. Cara pemakaian: ramuan diminum 1 kali sehari sebanyak 1 ½ cangkir. (Salah satu contoh khasiat ramuan tanaman obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh; Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (No HK.02.02/IV.2243/2020) tentang Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan Kesehatan)
Datangnya wabah COVID-19 ternyata memicu kesadaran umum tentang pentingnya kesehatan, khususnya pentingnya menjaga kondisi kekebalan tubuh tetap prima. Salah satu anjuran paling sering diberikan adalah dengan menjaga pola pangan yang aman, bergizi dan memilih pangan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.  Peningkatan kesadaran ini, telah menyebabkan peningkatan permintaan pangan (makanan dan minuman) fungsional yang diyakini mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Data dari Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI), misalnya, menyebutkan bahwa angka penjualan pangan penambah kekebalan telah meningkat sekitar 20-40% sejak dimulainya kebijakan pembatasan sosial di negara tersebut.
Pangan penambah kekebalan tubuh? Indonesia kaya sumber-sumber bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan atau ingridien pangan (dan minuman) untuk tujuan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal inilah yang perlu dimanfaatkan oleh Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengakui hal ini. Dalam publikasi resmi dan surat edaran dinyatakan bahwa banyak jenis ramuan bahan alam yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Secara ilmiah telah banyak ditunjukkan bahwa komponen aktif dari aneka bahan alam tersebut yang mampu memberikan fungsi-fungsi positif tertentu bagi kesehatan. Khususnya, fungsi membantu mengurangi risiko penyakit tertentu dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa contoh ramuan atau formula berkhasiat tersebut (sebagaimana dicontohkan oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM RI di atas) bahkan sudah menjadi tradisi dengan sejarah penggunaan secara aman puluhan sampai ratusan tahun.
Dengan kebijakan pengembangan secara serius, dapat dilahirkan industri yang mampu memproduksi aneka pangan yang tidak saja memberikan sumber gizi untuk kesehatan, tetapi juga memberikan keuntungan kesehatan ekstra, membantu mengurangi risiko penyakit tertentu. Pangan demikian umumnya disebut sebagai pangan fungsional, atau oleh BPOM disebut pangan olahan berklaim. “Klaim adalah segala bentuk uraian yang menyatakan, menyarankan atau secara tidak langsung menyatakan perihal karakteristik tertentu suatu pangan yang berkenaan dengan asal-usul, kandungan gizi, sifat, produksi, pengolahan, komposisi atau faktor mutu lainnya”.
Jelas ini merupakan kesempatan bagi industri Indonesia, baik industri pangan (makanan dan minuman), industri ingridien, maupun industri obat (termasuk suplemen). Secara nasional, potensi ini perlu dimanfaatkan untuk membangun kesehatan bangsa yang lebih baik, termasuk membangun sistem kesehatan yang tangguh berbasis potensi lokal. Sudah saatnya, kesehatan bangsa ini dibangun dengan lebih menekankan aspek preventif. Lebih baik mencegah daripada mengobati.
FOODREVIEW INDONESIA edisi kali ini mencoba membahas beberapa hal terkait dengan potensi besar Indonesia ini, potensi pangan fungsional lokal, khususnya untuk kesehatan bangsa. Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat dalam meningkatkan daya saing produk dan industri pangan Indonesia.
Purwiyatno Hariyadi
phariyadi.staff.ipb.ac.id

 

Baca selengkapnya GRATIS, secara digital-interaktif di http://bit.ly/foodreviewmar21online

Tidak mau ketinggalan setiap edisinya?
Kami kirim langsung setiap bulannya ke surel Anda!

Daftar untuk berlangganan (GRATIS) https://bit.ly/FRIDIGITAL

#foodreviewindonesia #foodscience #foodtechnology #ilmupangan #teknologipangan #industripangan #pangan #fungsional #pelajaran #covid19 #digital #interactive #magazine

Leave a Reply

Your email address will not be published.