BETTER & MORE SUSTAINABLE FOOD INGREDIENTS

BETTER & MORE SUSTAINABLE FOOD INGREDIENTS

https://www.foodreview.co.id/

 

Penilaian masyarakat konsumen terhadap produk pangan semakin tinggi dan kompleks. Secara umum, konsumen selalu menuntut produk pangan yang lebih baik. Lebih baik ini bisa bermakna berbeda bagi konsumen yang berbeda. Konsumen tidak hanya menghendaki pangan harus enak dan nikmat dikonsumsi, tetapi juga harus aman dan menyehatkan, serta, mudah dan tidak ribet dalam hal penangangan, penyimpanan, penyiapan, dan konsumsinya.

 

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, industri pangan memerlukan aneka pilihan ingridien pangan. Ingridien pangan adalah bahan (baik bahan utama, bahan tambahan, zat gizi, atau bahan fungsional) yang digunakan dalam kegiatan produksi pangan dengan berbagai tujuan. Tujuan penggunaan aneka ingridien tersebut antara lain adalah untuk (i) menjamin keamanan pangan, (ii) memperpanjang masa aman (masa simpan) produk sehingga mencegah kebusukan dan mengurangi sisa atau sampah pangan (food waste), (iii) mempertahankan atau bahkan memperbaiki nilai gizi, (iv) memberikan atau memperbaiki sifat fungsional tertentu, (v) mempertahankan atau memperbaiki mutu produk, termasuk sifat fisiknya, seperti kesegaran, warna, atau tampilan lainnya, (vi) membuat beberapa produk pangan lebih terjangkau, (vii) membantu dalam pengolahan dan persiapan pangan, (viii) melakukan standardisasi untuk memastikan produk pangan memiliki mutu yang konsisten, dan (ix) memberikan tawaran nilai tambah lain kepada konsumen. Jadi, ingridien pangan mempunyai peran yang sangat penting, di mana keamanan dan mutu produk pangan akhir sangat dipengaruhi oleh keamanan dan mutu ingridien yang digunakannya.

 

Peran ingridien pangan dalam memberikan tawaran nilai tambah lain kepada konsumen ini juga belakangan sangat berkembang. Dalam hal keamanan pangan, misalnya, konsumen juga menuntut keterangan (pada label) yang lebih jelas dan akurat mengenai sumber dan asal-usul ingridien yang digunakan. Survei yang dilakukan oleh Deloitte Consulting LLP (2015) menunjukkan bahwa konsumen di berbagai negara menuntut produsen untuk mempunyai dan menunjukkan komitmen lebih tinggi terhadap aspek keberlanjutan (sustainability), termasuk lebih banyak menggunakan sumber-sumber ingridien lokal. Hal ini mendorong industri pangan untuk mengeksplorasi sumber-sumber ingridien pangan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan; better & more sustainable food ingredients.

 

Hal ini tentunya, sekaligus, juga memberikan tantangan dan peluang inovasi bagi industri ingridien pangan nasional Indonesia, untuk mengembangkan ingridien lokal, khas Indonesia. Jelas bahwa Indonesia sangat kaya dengan sumber hayati yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi ingriden pangan. Korokot, ceplukan, kelor, beluntas, cempedak, asam jawa, jengkol –sekadar menyebut contoh– mestinya bisa menjadi sumber inspirasi untuk inovasi ingridien khas Indonesia. Tentu diperlukan upaya dalam mendorong investasi untuk mengeksplorasi, mempelajari, mengembangkan, mempromosikan dan bahkan melindungi kekayaan ingridien khas ini dengan baik.

 

Upaya melindungi potensi kekayaan ingridien pangan ini perlu dilakukan dengan serius. Bukan tidak mungkin kekayaan ingridien pangan lokal khas Indonesia ini justru kemudian dikembangkan dan diindustrikan oleh negara lain. Perlindungan dengan skema indikasi geografis perlu digalakkan. Hal demikian telah dilakukan oleh Uni Eropa, dengan mengembangkan skema perlindungan yang disebut sebagai PDO (Protected Designation of

Origin), PGI (Protected Geographical Indication) dan TSG (Traditional Speciality Guaranteed). Tujuannya adalah untuk mempromosikan dan melindungi produk dan ingridien pangan khas daerah Eropa tertentu. Sekali lagi, Indonesia perlu serius untuk mengeksplorasi, mempelajari, mengembangkan, mempromosikan dan bahkan melindungi kekayaan ingridien khas ini.

 

Edisi FoodReview Indonesia kali ini menyajikan berbagai artikel yang bertujuan mencoba memicu diskusi dan interes insan pangan Indonesia untuk mengeksplorasi berbagai potensi ingridien pangan lokal, yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Semoga sajian FoodReview Indonesia kali ini bisa memberikan manfaat, meningkatkan daya saing ingridien dan industri (ingridien) pangan Indonesia.

 

Purwiyatno Hariyadi

http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.