TRENDS IN FOOD SUSTAINABILITY

TRENDS IN FOOD SUSTAINABILITY

“Sustainable development is development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs.”

The UN World Commission on Environment and Development.

Bersama dengan udara (oksigen) dan air, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Manusia tidak bisa hidup tanpa pangan. Karena alasan itulah maka manusia selalu berusaha mengembangkan teknologi untuk memproduksi pangan guna memenuhi kebutuhan kehidupan penduduk dunia yang jumlahnya semakin meningkat.

Walaupun berbagai teknologi telah dikembangkan dan diaplikasikan untuk memproduksi pangan dalam jumlah banyak dengan harga murah, data yang dipublikasikan bersama oleh FAO, IFAD, UNICEF, WFP, dan WHO (2021, https://www.fao.org/publications/sofi/2021/en/), menunjukkan hal yang memprihatinkan. Dilaporkan bahwa sejak tahun 2014, dunia tidak lagi berhasil menurunkan jumlah orang kurang gizi. Bahkan, sejak tahun 2014 itu, jumlah orang kurang gizi di dunia justru mulai meningkat. Pada tahun 2019, angka prevalensi kurang gizi ini mencapai sekitar 8,4% dari populasi dunia, atau sekitar 650,3 juta orang, naik signifikan dibandingkan dengan angka sebelumnya 8,3% atau 606,9 juta (2014) dan 615,1 juta (2015).

Kondisi ini mengindikasikan ada yang salah dengan sistem pangan sekarang ini. Sistem pangan ini dipandang tidak mampu menopang kehidupan manusia saat ini, sehingga juga menimbulkan pertanyaan tentang kemampuannya untuk menopang kehidupan manusia yang akan datang. Karena itulah maka perlu upaya koreksi dan transformasi menuju sistem pangan yang lebih baik, yaitu lebih meningkatkan kesehatan, berkelanjutan, dan berkeadilan. Karena alasan itu, pada tanggal 23 September yang lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelenggarakan rangkaian Pertemuan Tingkat Tinggi Sistem Pangan (United Nations Food Systems Summit/UNFSS). UNFSS bertujuan mengidentifikasi cara-cara efektif mencapai target visi Agenda 2030, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs), terutama menghilangkan kelaparan di dunia (zero hunger) pada tahun 2030.

UNFSS telah menghasilkan Pernyataan Aksi yang dipublikasikan di https://www.un.org/en/food-systems-summit/news/making-foodsystems-work-people-planet-and-prosperity, yang mengedepankan pentingnya pendekatan keberlanjutan pada sistem pangan secara khusus UNFSS ini menekankan pentingnya praktik keberlanjutan dalam sistem pangan untuk mewujudkan visi Agenda 2030. Pernyataan Aksi ini perlu dijadikan pedoman oleh semua insan pangan, dalam pengembangan sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Industri pangan, sebagai bagian dari system pangan, perlu mempelajari Pernyataan Aksi ini, untuk kemudian bertransformasi menuju bagian dari system pangan yang lebih berkelanjutan.

Hal ini juga sesuai dengan dengan tuntutan dan kepedulian konsumen, yang tidak hanya menginginkan produk pangan aman, bergizi dan bermutu, tetapi sekaligus juga memenuhi aspek keberlanjutan. Kesadaran konsumen ini dipicu oleh pemahaman bahwa sumber daya kehidupan sangat terbatas, sehingga harus dikelola dan dimanfaatkan secara hati-hati dan bijaksana, dengan memperhatikan dampak jangka panjang, khususnya dampak pada kemampuan generasi mendatang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Jadi dalam hal ini, konsumen mulai memikirkan tentang masa depan kehidupan generasi anak dan cucu.

Tuntutan keberlanjutan ini tentu perlu disikapi dengan baik oleh siapa pun insan pangan Indonesia. Banyak tantangan (dan peluang) tentang trends in food sustainability. Inovasi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan terhadap pangan aman, bergizi, bermutu, dan terjangkau jelas sangat diperlukan. Namun, inovasi semacam itu harus dikembangkan guna membangun sistem pangan yang lebih menyehatkan, lebih berkelanjutan, dan dan lebih berkeadilan.

Semoga informasi FoodReview Indonesia kali ini bermanfaat untuk meningkatkan keberlanjutan, daya saing produk dan industri pangan Indonesia.

Selamat memeringati Hari Pangan Sedunia 2021.

 

Purwiyatno Hariyadi

http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.