Food Manufacturing Innovation

Food Manufacturing Innovation

An innovation is a new or improved product or process (or combination thereof) that differs significantly from the unit’s previous products or processes and that has been made available to potential users (product) or brought into use by the unit (process).  Oslo Mannual (https://www.oecd.org/science/oslo-manual-2018-9789264304604-en.htm)

Manufaktur (pabrik pengolahan) pangan berperan dalam mengolah bahan mentah pertanian menjadi produk keperluan konsumsi langsung atau pun untuk diolah lagi, dengan memanfaatkan tenaga kerja, mesin, energi, dan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, industri manufaktur pangan merupakan sektor ekonomi yang dominan, bahkan sering merupakan salah satu sektor terbesar, baik dalam nilai dan -apalagi- dalam jumlah tenaga kerja.

 

Pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat menuntut ketersediaan pangan yang terus meningkat pula. Tidak hanya dalam jumlah, penduduk yang meningkat ini juga menuntut produk pangan yang lebih menyehatkan, tetapi sekaligus juga menuntut rasa dan pengalaman baru dalam mengonsumsi pangan, serta tetap ingin menikmatinya dengan penuh kenyamanan dan kemudahan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut maka diperlukan inovasi, menuju proses yang lebih efisien, memberikan produk yang lebih terjangkau, dengan keamanan dan mutu yang lebih baik dan konsisten.

 

Manual Oslo (https://www.oecd.org/site/innovationstrategy/defininginnovation.htm) menyatakan paling tidak ada empat jenis inovasi yang dapat dilakukan.  Sektor manufaktur pangan dapat melakukan inovasi produk, inovasi proses, inovasi pemasaran, dan/atau inovasi organisasi sebagai kunci untuk memberikan nilai lebih dalam hal keamanan, gizi, kesehatan, umur simpan, pengemasan, ketesediaan, keragaman pilihan, keterjangkauan, dan keberlanjutan.

 

Terdapat 3 peristiwa penting yang mendorong tren besar di berbagai sektor kehidupan, termasuk sector pangan. Tiga peristiwa tersebut adalah (1) pandemic COVID-19 yang sampai sekarang masih berlangsung, (ii) pertemuan tingkat tinggi sistem pangan PBB, 23 September 2021 (UN food systems summit; https://www.un.org/en/food-systems-summit) dan (iii) Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim ke-26 di Glasgow, 31 oktober-12 Nov, 2021 (https://ukcop26.org/). Tiga peristiwa ini, ditambah dengan aneka fenomena pangan dan gizi lainnya, secara agregat telah meningkatkan kesadaran konsumen dunia terhadap pentingnya pangan yang lebih aman, lebih bergizi dan menyehatkan, dan lebih berkelanjutan.

 

Adalah tanggung jawab sektor industri pengolahan pangan untuk merespon meningkatnya kesadaran dan menjawab tuntutan konsumen ini dengan serius, dengan melakukan inovasi di berbagai bidang manufaktur pangan.  Inovasi untuk memastikan keamanan, gizi dan kesehatan, inovasi untuk meningkatkan keberlanjutan, termasuk inovasi untuk mengurangi kehilangan dan sampah pangan (food loss and food waste). Dalam kenyataannya, tren konsumen untuk mencari alternatif sumber protein (plantbased protein), pangan dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan, pangan mengandung komponen yang mendukung kesehatan (pangan fungsional), pangan lokal yang tidak memerlukan transportasi dan penyimpanan lama, dan lain sebagainya, merupakan contoh perwujudan dari tren besar ke depan.

 

Namun demikian, tetap saja aspek efisiensi dan produktivitas merupakan landasan penting bagi eksistensi industri, khususnya untuk memenangi kompetisi. Karena itulah maka dalam menjawab tuntutan ini, industry memerlukan peran teknologi. Teknologi otomatisasi, robotisasi, digitalisasi, dan metode pengolahan baru akan sangat diperlukan oleh industri untuk memenuhi tuntutan tersebut.

 

Pada kesempatan ini, FoodReview Indonesia membahas mengenai beberapa hal terkait inovasi di bidang manufaktur pangan ini. Mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi dalam berinovasi untuk membuat proses produksi menjadi lebih efisien, efektif, dan menghasilan produk pangan lebih aman, lebih bergizi, lebih menyehatkan dan lebih berkelanjutan.

 

Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat dalam meningkatkan daya saing produk dan industri pangan Indonesia.

 

Purwiyatno Hariyadi

https://phariyadi.staff.ipb.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.