TEA, COFFEE & CHOCOLATE: Food for the Mind

TEA, COFFEE & CHOCOLATE:

Food for the Mind

 

COVID-19 merupakan penyakit baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah menyebabkan pandemi berkepanjangan dengan dampak luar biasa pada hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk aspek pangan.  Banyak laporan dari berbagai belahan dunia yang menyatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 ini telah secara nyata meningkatkan kesadaran dan apresiasi konsumen tentang kesehatan.  Secara khusus, konsumen di mana pun, semakin menyadari bahwa jenis dan jumlah pangan (termasuk minuman) yang dikonsumsi dapat memengaruhi kemampuan tubuh manusia untuk bertahan selama pandemi, mencegah, melawan, dan membantu pemulihan dari COVID-19. Karena itulah maka rekomendasi dari berbagai otoritas pangan dan kesehatan selalu menyatakan bahwa asupan pangan dan gizi yang baik sangat penting untuk kesehatan, terutama di saat sistem kekebalan tubuh diperlukan untuk melawan COVID-19.

 

Kenyataannya, sampai saat ini belum ada pangan (dan ingridien pangan) yang terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19. Dalam konteks ini, manusia telah mempunyai sejarah panjang menggunakan pangan sebagai tindakan pencegahan dan perawatan terhadap penyakit. Beberapa peneliti melaporkan bahwa pangan tertentu secara empiris memiliki beberapa efek pencegahan, bahkan efek terapeutik, terhadap penyakit tertentu, termasuk penyakit yang disebabkan karena virus. Pangan demikian dikenal luas sebagai pangan fungsional.

 

Meskipun hal ini belum terbukti secara ilmiah, namun upaya pencarian konsumen terhadap pangan fungsional ini terus dilakukan, sehingga terjadi peningkatan permintaan.  Functional Food & Beverage Report (https://bit.ly/FFBREPORT) menyatakan bahwa kondisi pandemi ini telah menyebabkan 29% konsumen lebih banyak mengonsumsi pangan fungsional. Laporan yang lain (https://bit.ly/pandemicplates) menyatakan bahwa sekitar 78% RD (Registered Dietitian) selama pandemi melihat terjadi perubahan pola pembelian pangan, di mana motivasi utama mencari pangan yang dapat meningkatkan imunitas (supporting immunity), terjangkau dan berbasis nilai (are affordable and value based), dan dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan emosional (promote comfort and emotional well-being).

 

Pangan untuk kenyamanan dan kesejahteraan emosional?   Ya, kondisi pandemi yang membatasi aktivitas manusia (bekerja dari rumah, jaga jarak, membatasi perjalanan, dan lain-lain) dapat menyebabkan kebosanan, depresi, dan kecapaian mental sehingga banyak konsumen mencari terobosan, antara lain dengan mengonsumsi pangan yang dapat memberikan kenyamanan, kesejahteraan emosional.  Jadi, peranan pangan tidak hanya dalam hal menyediakan gizi dan juga zat-zat non-gizi lain yang berkaitan dengan Kesehatan jasmani, tetapi juga berperan penting untuk memberikan kenikmatan, kenyamanan dan kesejahteraan emosional, yang penting untuk kesehatan mental, kesehatan rohani. Itulah Food for the soul, food for the mind.

 

Kondisi inilah yang menyebabkan semakin populernya konsumsi teh, kopi dan cokelat. Bahkan, di berbagai komunitas, minum teh, kopi dan cokelat telah menjadi bagian dari gaya hidup, yang menjadikan hidup lebih hidup.

 

Dalam literatur ilmiah, ketiga jenis pangan ini (teh, kopi dan cokelat) sering dikategorisasikan sebagai bahan penyegar, yaitu bahan tanaman yang memiliki aroma, bau dan cita rasa khas, dan dapat memberi sensasi menyegarkan kepada pemakainya. Teh, kopi dan cokelat, adalah bahan penyegar dikenal mengandung senyawa psikostimulan alami, yang jika dikonsumsi pada tingkat sedang bahkan berpotensi menghadirkan beberapa efek kesehatan yang menguntungkan dan menyegarkan, refreshing.

 

Jadi hal ini merupakan fenomena yang luar biasa bagi Indonesia, karena teh, kopi, dan cokelat adalah tiga komoditas perkebunan unggulan. Karena itu, Indonesia perlu menangkap peluang yang semakin luas ini, terutama dengan membangun ekosistem untuk mengembangkan produk-produk berbasis teh, kopi dan cokelat berdaya saing, yang kaya manfaat, baik jasmani maupun rohani, untuk memenuhi permintaan konsumen sebagai gaya hidup modern nan sehat.

 

FoodReview Indonesia kali ini membahas beberapa hal terkait dengan ketiga komoditas -teh, kopi, dan cokelattersebut. Mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi, food for the mind, bagi insan pangan Indonesia dalam berinovasi dengan keunggulan kekayaan alamnya.

 

Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat dalam meningkatkan daya saing produk dan industry pangan Indonesia.  Selamat merayakan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

 

Purwiyatno Hariyadi

http://phariyadi.staff.ipb.ac.id

_________________________________

Baca selengkapnya GRATIS, secara digital-interaktif di https://bit.ly/fri21desemberonline

 

Tidak mau ketinggalan setiap edisinya?  Daftar untuk berlangganan (GRATIS): https://bit.ly/FRIDIGITAL

#foodreviewindonesia #foodscience #foodtechnology #ilmupangan #teknologipangan #industripangan #tea #coffee #chocolate #foodforthemind

Leave a Reply

Your email address will not be published.