Membangun Pangan Indonesia

 

Pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal.

UU No 18, 2012 (BAB I, Ayat 1, Pasal 17)

 

Undang-undang No 18, 2012 tentang pangan secara jelas menyatakan bahwa “negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal”. Jadi, UU 18 (2012) tersebut memberi mandat untuk membangun pangan Indonesia dengan cara memanfaatkan sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal.

 

FoodReview Indonesia kali ini menyajikan aneka prakarsa berbagai pihak dalam rangka membangun pangan Indonesia. Berbagai prakarsa itu antara lain adalah membangun sistem digitalisasi IKM, sertifikasi dan ekosistem halal, peningkatan daya saing, penggalangan kekuatan bersama pengusaha dan diaspora, termasuk prakarsa peningkatan produk melalui fortifikasi dan penjaminan keamanan pangan melalui revisi standar; yang kesemuanya memberikan pertimbangan pada penguatan IKM. Prakarsa ini tentunya perlu digaungkan dan dikembangkan, sehingga Indonesia mampu membangun pangan nasionalnya dengan baik; memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal yang potensial.

 

Sebagai negara yang 87,18% penduduknya adalah muslim (https://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321) maka salah satu sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal besar dan strategis untuk membangun pangan Indonesia adalah hal yang berkaitan dengan ekosistem halal. Pengembangan ekosistem halal yang mendorong Indonesia -minimal- mencukupi kebutuhan pangan halalnya dengan produksi sendiri tentu merupakan potensi ekonomi yang luar biasa besar. Apalagi, jika dengan prakarsa pengembangan ekosistem halal ini Indonesa mampu menempatkan dirinya menjadi produsen produk halal untuk konsumen global, maka potensi itu jelas akan lebih besar lagi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak (https://worldpopulationreview.com/country-rankings/muslimmajority-countries) tentu Indonesia berpotensi menjadi produsen pangan halal global. Potensi ini tentu akan semakin

berciri khas Indonesia, jika dikaitkan dengan aneka kekhasan lokal lainnya, yang merupakan kekayaan dan keunggulan pangan Indonesia.

 

Inilah tantangan strategis dalam membangun pangan Indonesia. Dengan potensi yang besar, Indonesia (dan industriawan pangan Indonesia) perlu mempunyai peta jalan membangun pangan bebasis lokal (sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal) yang jelas. Selanjutnya, semangat amanat UU Pangan ini diterjemahkan dalam kebijakan teknis, detail dan jelas, secara lebih masif, dengan melibatkan dan memanfaatkan kapasitas dan potensi pemerintah lokal, masyarakat lokal, pemikir lokal, pengrajin lokal, pengusaha lokal dan industriawan lokal, untuk menjadikan pangan lokal sebagai pemeran utama sistem pangan.

 

Dalam konteks ini, sesuai dengan amanat UU 86 (2012), Presiden RI telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/175819/perpres-no-66-tahun-2021). Badan Pangan Nasional adalah Lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, yang secara khusus diberi tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pangan. Diharapkan bahwa badan nasional ini, dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pangan, akan semakin mendorong dan mengkoordinasikan aneka prakarsa membangun pangan lokal, sehingga fondasi lokalitas pada bangunan pangan nasional akan semakin kokoh. Kondisi pandemi COVID-19 yang saat ini kita alami, sesungguhnya justru meneguhkan betapa pentingnya membangun pangan lokal sesuai amanat UU Pangan ini.

 

Semoga informasi yang kami sajikan dapat bermanfaat dalam meningkatkan daya saing produk dan sistem pangan Indonesia.

 

Purwiyatno Hariyadi

https://phariyadi.staff.ipb.ac.id

………
Baca selengkapnya GRATIS, secara digital-interaktif di https://bit.ly/frifeb22online

Daftar untuk berlangganan (GRATIS): https://bit.ly/FRIDIGITAL

Leave a Reply

Your email address will not be published.