INTEGRITAS PANGAN: Menjaga Keaslian dan Keutuhan Nilai Pangan

INTEGRITAS PANGAN: Menjaga Keaslian dan Keutuhan Nilai Pangan

Food Integrity “the state of being whole, entire, or undiminished or in perfect condition”. [https://foodintegrity.fera.co.uk/]

Food is much more than what is on our plate. [https://www.fao.org/fao-stories/article/en/c/1157986/]

Pangan memang sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia; yang diperlukan untuk dapat hidup. Namun, dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan, peranan pangan dalam kehidupan manusia menjadi berkembang, mempunyai multi nilai, multi fungsi.

Dalam fungsi dasarnya, pangan juga tidak hanya dinilai dari aspek kandungan energi dan nilai gizinya saja; tetapi yang pertama dan utama harus aman, baik secara jasmani (aman dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia) maupun secara rohani (tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya). Selanjutnya, pangan juga dinilai dari aspek kenikmatan (kelezatan, kesegaran, dan aspek sensoris lainnya), asal-usul, keaslian, proses produksi (apakah diproduksi dengan kaidah lingkungan dan keberlanjutan), ekonomi, sosial budaya, etika bisnis, dan nilai-nilai lain yang tidak sekadar “apa yang ada di piring kita”.

Bahkan, pangan juga dinilai dari aspek politis karena mencerminkan kondisi sosial ekonomi budaya dan politik suatu negara. Pangan dan kebiasaan makan adalah cerminan diri masyarakat, dari mana berasal, apa yang disukai, dan bahkan bagaimana sejarah dan asal-usulnya. You are what you eat, demikian kata pepatah. Itulah yang menyebabkan kenapa publik atau masyarakat dapat terusik rasa nasionalismenya saat beberapa pangan nasionalnya diaku sebagai pangan negara lain. Demikian pula sebaliknya, rasa nasionalisme seseorang bisa mengembang, ketika sedang di luar negeri dan menjumpai restoran yang menyajikan pangan khas yang menunjukkan identitas negaranya.

Tuntutan terhadap keaslian dan keutuhan (kesempurnaan) nilai pangan -integritas pangan- ini semakin kuat dengan semakin kompleksnya rantai pangan dan semakin jauh jarak antara konsumen dan produsen. Saat ini, memberikan jaminan keamanan, mutu dan keaslian (integritas) pangan merupakan hal yang sangat penting dilakukan baik oleh pemerintah dan industri, selain jaminan ketahanan pangan, yaitu jaminan terhadap ketersediaan, keterjangkauan dan kecukupan konsumsi pangan bagi konsumen.  Selain itu, tuntutan konsumen mengenai pentingnya integritas pangan itu juga semakin meningkat, mengingat ancaman terhadap potensi pemalsuan pangan juga meningkat.

Konsumen menginginkan jaminan, bahwa madu yang dibelinya adalah madu asli dan utuh, bukan madu yang ditambahkan larutan gula; bahwa jeruk Garut yang dibelinya adalah benar berasal dari Garut; bahwa jeruk Medan yang dibelinya memang berasal dari Medan; bahwa kopi luwak yang dibelinya adalah kopi luwak yang sesungguhnya, dan seterusnya. Secara umum, konsumen memerlukan jaminan bahwa produk pangan yang dibelinya tidak saja terjamin aman dan bermutu, tetapi juga asli, tidak dipalsukan.

Konsumen memerlukan jaminan terhadap keaslian dan keutuhan nilai pangan sebagaimana yang diklaim; baik yang berkaitan dengan keamanan, aneka nilai mutu (gizi, cita rasa, fungsionalitas, tekstur, nilai lingkungan, asal usul, dan sebagainya), serta keasliannya. Produk pangan asli adalah produk pangan yang karakteristiknya sesuai dengan kondisi aslinya sebagaimana dicantumkan pada label dan klaim pangan. Produk pangan asli bebas dari pemalsuan, terutama yang berkaitan dengan komposisi, sifat, jenis/varietas, asal geografis dan bahkan teknik produksi dan produsennya. Karena itulah maka, dari sudut bisnis “memastikan integritas pangan berarti membangun dan memperkuat kepercayaan konsumen, bahwa pangan yang dibeli dan dikonsumsinya adalah pangan aman, bermutu, asli sesuai apa yang dinyatakan pada label; dengan informasi yang benar mengenai asal-usul bahan baku, pengolah, cara pengolahan, dan-lain-lain”. (Hariyadi, 2021; https://bit.ly/integritaspangan-2021).

FoodReview Indonesia kali ini mengulas topik Integritas Pangan, termasuk diskusi tentang pengembangan sistem dan pengujiannya. Semoga bermanfaat dalam meningkatkan daya saing produk dan industri pangan Indonesia.

Purwiyatno Hariyadi

phariyadi.staff.ipb.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.