Camilan dan Gaya Hidup Sehat

 

Camilan dan Gaya Hidup Sehat – Editorial FRI Agustus 2022

 

Dari studi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) yang dipublikasikan pada tahun 2004 diketahui bahwa kesehatan dan kualitas hidup individu sangat terkait dengan gaya hidup (https://bit.ly/whopublication). WHO (https://bit.ly/who-healthydiet) juga menyatakan bahwa bagian mendasar dan penting dari gaya hidup itu adalah pola makan. Pola makan yang baik akan mencegah terjadinya kekurangan gizi dalam segala bentuknya, serta mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

 

Pentingnya pola makan dalam menentukan Kesehatan dan kualitas hidup individu ini telah mendorong berbagai negara (termasuk Indonesia) mengembangkan pedoman pola makan yang baik. Di Indonesia, oleh Kementerian Kesehatan RI pedoman pola makan ini disebut sebagai Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), yang direpresentasikan dengan “Isi Piringku” (https://bit.ly/isipiringkukemenkes). “Isi Piringku” menggambarkan porsi pangan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

 

Termasuk dalam pola makan ini adalah pola konsumsi camilan (snack). Camilan (kudapan, makanan ringan) adalah produk pangan yang dikonsumsi di antara dua waktu makan utama; atau dikonsumsi di luar tiga waktu makan utama. Jadi, konsumsi camilan (atau ngemil/ snacking) adalah bagian dari pola makan individu; merupakan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada kesehatan dan kualitas hidup individu.  Karena itu, diperlukan pedoman turunan dari “isi piringku” sebagai pedoman untuk konsumsi camilan (ngemil) yang menyehatkan. Pedoman ini diperlukan, karena -sekali lagi- ngemil telah menjadi bagian esensial dari pola makan dan gaya hidup.

 

Sebagai contoh, setelah memperkenalkan pedoman pola makan yang baik, dalam bentuk “MyPlate” pada Juni 2011, Departemen Pertanian AS (USDA) kemudian mengembangkan lembar informasi singkat (satu halaman) untuk membantu konsumen menerapkan panduan pola makan tersebut. Mengingat bahwa camilan merupakan bagian esensial dari pola makan, dan khususnya untuk anak-anak juga dapat membantu mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh-kembang, maka USDA juga mengembangkan dan mempublikasikan lembar informasi singkat berjudul MyPlate snack tips for parents (https://bit.ly/usda-myplate), yang berisi 10 saran (tips) untuk orang tua dalam memilihkan dan menyiapkan camilan untuk anak, yang dapat digunakan untuk membentuk gaya hidup sehat.

 

Dari penelitian yang dipublikasikan di Advances in Nutrition pada tahun 2018 (https://bit.ly/ansnackingrecommendations) diketahui bahwa pedoman (rekomendasi) yang diterbitkan oleh berbagai organisasi kesehatan masyarakat di banyak negara mempertimbangkan fakta bahwa ngemil ini umumnya menyumbang sekitar 10% energi harian. Pedoman umumnya juga membedakan antara camilan yang perlu dibatasi dan camilan yang dipromosikan. Camilan yang direkomendasikan untuk dibatasi adalah camilan miskin gizi dan terlalu tinggi kandungan gula, garam dan lemak. Sedangkan camilan yang perlu dipromosikan untuk dikonsumsi adalah camilan padat gizi (termasuk camilan kaya protein, kaya serat pangan) dan rendah gula, garam dan lemak.

 

Pedoman ini tidak hanya akan bermanfaat bagi konsumen (dalam menentukan pilihan konsumsi), pemerintah (dalam melakukan pendidikan masyarakat), tetapi juga bagi industri dalam berinovasi. Dengan mengikuti pedoman tersebut, industri dapat mengarahkan inovasinya pada pengembangan produk camilan yang “menyehatkan”; dengan cara -antara lainmengembangkan (atau mengubah) formula atau jenis produk camilan; dengan mengurangi kandungan gula, garam dan lemak dan/atau menambahkan protein, serat pangan, vitamin, mineral dan berbagai senyawa nongizi fungsional lainnya. Khususnya untuk industri camilan Indonesia, pedoman ini dapat pula digunakan untuk mendorong pemanfaatan dan penggunaan sumber daya lokal dalam berinovasi mengembangkan produk camilan ini.

 

Semoga sajian FoodReview Indonesia kali ini bermanfaat dalam memicu inovasi untuk meningkatkan daya saing produk serta industri pengolahan pangan Indonesia.

 

Purwiyatno Hariyadi

phariyadi.staff.ipb.ac.id

One thought on “Camilan dan Gaya Hidup Sehat

  • September 30, 2022 at 6:28 am
    Permalink

    Thank you for sharing nice information, Pak. Sebuah peluang untuk membuat inovasi camilan yang menyehatkan bagi industri rumahan. Kebetulan saya sedang mencari informasi untuk membuat tugas bisnis plan jadi kepikiran buat mengusulkan camilan yang menyehatkan ini.

    Visit my university website: https://walisongo.ac.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.