Sustainable Food Ingredients

Editorial FRI Edisi 9_2022

 

A sustainable food system (SFS) is a food system that delivers food security and nutrition for all in such a way that the economic, social and environmental bases to generate food security and nutrition for future generations are not compromised.  (FAO, https://www.fao.org/3/ca2079en/CA2079EN.pdf)

 

Pada FoodReview Indonesia Vol XVI/No 9, 2021, Hariyadi (2021) menyampaikan bahwa konsumen pangan tidak hanya mencari dan memilih pangan aman, menyehatkan, enak, mudah ditangani, disimpan, disiapkan, dan dikonsumsi, tetapi juga mulai menuntut pangan yang mempunyai nilai keberlanjutan (sustainability) yang tinggi (https://bit.ly/friseptember21online). Saat ini, tuntutan mengenai keberlanjutan ini semakin mengemuka, dan telah menjadi tema umum yang mewarnai segala kegiatan dan perkembangan industri pangan saat ini.

 

Secara global, negara-negara anggota PBB bahkan sudah sepakat berkomitmen dengan Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan (https://sdgs.un.org/2030agenda). Masyarakat industri juga harus memasukkan aspek keberlanjutan ini dalam setiap keputusan dan kegiatan bisnis sehari-harinya, dan bahkan menjadi salah satu indikator kinerja yang semakin dipandang penting oleh masyarakat. Misalnya, penyampaian sustainability report oleh industri (Perusahaan Terbatas, PT) kepada RUPS dan bahkan kepada publik (https://bit.ly/idxreportofsustainability) saat ini telah diatur pada Undang-Undang No. 40, 2007. Laporan ini tidak hanya berisi kinerja ekonomi, tetapi juga kinerja sosial dan lingkungan, khususnya melaporkan mengenai dampak kegiatan perusahaan pada kualitas kehidupan dan kesehatan masyarakat pada umumnya.

 

Pertimbangan mengenai aspek keberlanjutan ini menjadi lebih kuat bagi industri pangan di mana urusan keberlanjutan pangan ini juga berkaitan dengan proses produksi, distribusi, pengemasan, dan terakhir konsumsi. Namun, mengingat intensitas interaksi manusia dengan pangan yang tinggi, serta dampak langsung yang dapat ditimbulkan dari konsumsi pangan terhadap kesehatan, maka perhatian masyarakat mengenai karakteristik produk pangan secara detail, menjadi sangat tinggi.

 

Karakteristik detail produk ini dimulai dari ingridien pangan, baik berupa bahan baku (bahan utama), bahan tambahan pangan, zat gizi, maupun komponen nongizi, seperti senyawa bioaktif/fungsional lainnya. Artinya, keamanan, mutu, fungsionalitas dan nilai keberlanjutan produk pangan sangat ditentukan oleh ingridien yang digunakannya. Inilah tantangan bagi industri pangan, bagaimana memastikan untuk selalu menggunakan sustainable food ingredients.

 

Dalam mengambil keputusan untuk mempertimbangkan memilih dan menggunakan ingridien pangan, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan oleh industri. Selain aspek ekonomi (harga) dan fungsi teknologinya (stabilitas, konsentrasi, fungsionalitas, dan lain-lain), industri pangan harus pula mempertanyakan mengenai asal-usul atau sumbernya, bagaimana produksinya, siapa produsennya, dampaknya terhadap lingkungan, dampak sosial, dampak kesehatan, dan aspek-aspek keberlanjutan lainnya.

 

Dalam kaitannya dengan sumber ingridien pangan, pertanyaan yang dapat diajukan adalah seberapa jauh perjalanan ingridien tersebut sampai ke lokasi industri Anda. Perjalanan yang lama, jarak yang jauh antara produsen dan pemakai ingridien, bisa jadi mencerminkan seberapa besar jejak karbon, seberapa besar dampak terhadap keberlanjutannya. Pertimbangan demikian telah mendorong konsumen lebih memilih ingridien lokal. Produsen mestinya dapat memanfaatkan hal ini sebagai kesempatan, untuk mengeksplorasi potensi ingridien pangan lokal yang banyak dimiliki Indonesia, seperti porang, buah naga, aneka produk perairan (ikan), dan masih banyak lagi.

 

Jadi, selain untuk menjamin keamanan, selain untuk memberikan produk pangan yang lebih bergizi dan lebih fungsional, ingridien pangan juga perlu dikembangkan untuk tujuan keberlanjutan. Selain berinovasi dengan ingridien untuk pengurangan kandungan gula, lemak dan garam, industri dapat pula menambahkan zat gizi (protein, vitamin, mineral) dan nongizi fungsional (serat pangan, senyawa bioaktif), serta memilih ingridien yang lebih berkelanjutan, mengurangi limbah pangan, memberikan dampak sosial dan lingkungan yang lebih baik.

 

Semoga sajian FoodReview Indonesia kali ini bermanfaat dalam memicu inovasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan produk serta industri pangan Indonesia.

 

Purwiyatno Hariyadi

phariyadi.staff.ipb.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.